Search site


Contact

Asmarahadi

E-mail: aasmarahadi@yahoo.co.id

DAMPAK PENDIDIKAN

12/03/2010 20:26

DAMPAK PENDIDIKAN TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA

Oleh :DESTIA INDRIAWARI PUTRII.

1 Latar Belakang Masalah
Indonesia kini sudah menjadi bagian dari masyarakat dunia dan bagian dari kompetisi mayarakat dunia, khususnya dalam meraih pasar dan peluang kesempatan kerja yang tidak dibatasi oleh garis wilayah kenegaraan,tapi bergerak kian meluas dan kini dimulai dari wilayah Asia Tenggara yang akan terus bergerak menjadi wilayah dunia. Oleh sebab itu, penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, kompetitif serta memiliki berbagai keunggulan komparatif menjadi sebuah keharusan yang harus menjadi perhatian dalam sector pendidikan.
Lemahnya sumber daya manusia (SDM), merupakan hasil dari pendidikan rendah yang mengakibatkan lambannya Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan di sector ekonomi yang mengalami penurunan secara signifikan di tahun 1998. Menurut Dody Heriawan Priatmoko, dengan mengutip pernyataan Schutz dan Solow, menegaskan bahwa pendidikapakan faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.1 Hal ini dapat dilihat pada negara Jepang, dimana kemajuan ekonomi yang didapatnya saat ini tidak lepas dari peranan pendidikan. Sistem pendidikan Jepang yang baik telah menghasilkan manusia-manusia berkualitas. Negara Asia lainnya, seperti Korea Selatan, Taiwan, Singapura, dan Malaysia juga tidak jauh berbeda dari Jepang, dimana kemajuan ekonomi yang mereka dapatkan adalah karena tingginya kualitas sumber daya manusianya.
Keadaan di Indonesia berbeda jauh dengan negara-negara tersebut, kekayaan sumber daya alam yang relatif lebih banyak namun kurang mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat untuk mengelolanya. keadaan seperti ini lah membuat Indonesia jauh tertinggal. Memasuki abad 21, isu tentang perbaikan sektor pendidikan di Indonesia muncul ke permukaan, tidak hanya dalam jalur pendidikam umum, tapi semua jalur dan jenjang pendidikan. Bersamaan dengan hal itu, prestasi Indonesia tertinggal jauh di bawah negara-negara Asia lainnya, seperti Singapuara, Jepang, dan Malaysia yang salah satu indikatornya adalah sektor pendidikan. Hal ini, membuat posisi Indonesia kian menurun dari tahun ke tahun.
Menurut dari data UNESCO tahun 2000 tentang peringkat indeks pengembangan manusia (Human Development Indeks), yaitu komposisi dari tingkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan perkepala yang menunjukkan bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia semakin menurun. Diantara 174 negara di dunia Indonesia menempati urutan 111 lebih rendah dibandingkan tahun 2002 yang berada di peringkat 110.2 Sedangkan menurut Survei Political and Ecomonic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada ururtan ke 12 dari 12 negara di Asia.3
Menurut kepala, perwakilan The United Nations Children’s Found di Indonesia, Steven Alen pernah mengungkapkan bahwa anggaran pendidikan di Indonesia merupakan yang terendah di Asia Timur dan Pasifik.4 Hal ini dapat dilihat dari anggran pendidikan yang sebesar 6 % (persen) dari APBN atau Rp 15 triliyun pada tahun 2004 yang dialokasikan untuk pendidikan, sedangkan pada tahun 2005 hanya sekitar Rp 25 triliyun dari total APBN.5 Meskipun konstitusi telah mengamanatkan agar pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 % (persen) dari APBN adalah Rp 71 triliyun diluar gaji tenaga pendidik.
Dengan anggaran pendidikan yang tidak besar, tentunya hal ini, memberatkan bagi masyarakat terutama kalangan atau golongan masyarakat menengah ke bawah yang berpenghasilan atau berpendapatan tidak besar. Sehingga, dengan mahalnya biaya pendidikan membuat masyarakat sulit untuk mengakses sektor pendidikan.
Rendahnya mutu pendidikan nasional di Indonesia berakibat pada rendahnya rata-rata kualitas sumber daya manusia dalam konteks persaingan regional dan global. Sehingga menimbulkan pengangguran dan persaingan antara tenaga kerja dalam negeri dengan tenaga kerja asing, ditambah lagi dengan berkembangnya sains dan temuan-temuan teknologi baru dalam proses pelayanan dan industrialisasi yang telah mengakibatkan tergesernya tenaga manusia oleh daya kerja mesin yang lebih cepat, akurat dan dengan biaya yang lebih murah. Perkembangnya sains dan teknologi mau tidak mau harus berhadapan dengan tenaga manusia dan posisi tenaga manusia.
Perkembangan perekonomian dunia yang membuka akses pasar global, tentunya menjadikan peluang sekaligus ancaman yang harus dihadapi dengan kesiapan kualitas sumber daya yang kompetitif. Hal ini, haruslah disikapi dan di respon oleh pendidikan. Meskipun secara teori berbagai kemajuan ekonomi yang didukung oleh berbagai kemajuan sains dan teknologi, juga berakibat pada kemajuan dalam dunia pendidikan yang melahirkan sumber daya manusia dengan kemampuan pengembangan sains dan teknologi tersebut.
I.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas maka dapat ditarik sebuah rumusan masalah yaitu Apakah tingkat pendidikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Rendahnya Mutu Pendidikan
Pendidikan di Indonesia memasuki abad 21 tidak mengalami peningkatan. Prestasi pendidikan di Indonesia saat ini tertinggal jauh dibawah negara-negara Asia lainnya.6
Indikator yang menunjukkan rendahnya mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya prestasi siswa, peringkat indeks pengembangan manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari tingkat pencapaian pendidikan di Indonesia.7 Masalah pendidikan yang memprihatinkan ini harus segera diselesaikan agar masyarakat Indonesia dapat memiliki kualitas untuk bersaing dengan negara-negara lain di era globalisasi saat ini.
Indonesia mengalami dua masalah besar dalam hal pendidikan, yaitu persoalan internal yang saat ini sedang dilakukan berbagai penataan dan restrukturisasi strategi pengembangan yang jauh lebih tepat, akurat dan ekseleratif.8 Persoalan eksternal yang ada mengenai berbagai tantangan dan peluang yang justru menunggu peningkatan tersebut agar meraka kompetitif, karena pasar-pasar negara utara akan diserbu ramai-ramai oleh tenaga muda energik dan berbakat dari belahan selatan, Amerika Latin, Afrika yang sudah menunjukkan Global atau Worlview nyasecara agresif dan efektif, begitu tenaga muda energik dari negara timur jauh.9 Pemerintah Indonesia kali ini hendaknya harus benar-benar memikirkan mutu peningkatan pendidikan di negara ini. Rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia dapat dilakukan penyelesaian dengan perbaikan mendasar yakni kurikulum bahan ajar dan guru sebagai pengajar.10 Masih banyak juga rakyat di Indonesia yang tidak mengenal pentingnya pendidikan yang mana dikarenakan rendahnya tingkat ekonomi yang dialami masyarakat Indonesia itu sendiri. Banyak anak-anak mengalami putus sekolah di negara ini. Mahalnya ongkos atau biaya sekolah yang harus dikeluarkanpun menjadi indikator mengapa masyarakat menganggap sekolah itu mahal dan sukar dijangkau.
Saat ini Indonesia memanen kritik, karena mutu pendidikan semakin merosot tajam. Rendahnya mutu pendidikan selalu menjadi sasaran kritik. Manajemen pendidikan di Indonesia saat ini terlalu sentralistik, menempatkan sekolah pada marginal kurang berdaya, kurang mandiri bahkan memasung kreatifitas sekolah untuk maju.11
Keluaran pendidikan harus memiliki kualitas yang memadai sesuai dengan jenjang basis keterampilan. Untuk mencapai masyarakat yang memiliki mutu pendidikan yang lebih baik, maka harus diciptakan reformasi pendidikan di Indonesia. Dengan perbaikan menyeluruh dan semua aspeknya, agar dapat menghasilkan lulusan yang cerdas, kompetitif dan memiliki daya saing yang tinggi di pasar tenaga kerja, dalam level dan jenis apapun profesinya.12
Faktor penting yang mendasari pentingnya reformasi pendidikan, yaitu:
1. Kegagalan pendidikan yang telah dilalui beberapa tahun silam dengan indikator rendahnya kualitas rata-rata hasil belajar siswa yang akan memasuki perguruan tinggi.
2. Perkembangan perekonomian dunia yang membuka akses pasar global, yang semuanya itu merupakan peluang sekaligus ancaman yang harus dihadapi dengan kesiapan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang kompetitif.13
Sangat diharapkan jika reformasi pendidikan yang mungkin akan diterapkan pemerintah akan meningkatkan skill dan keterampilan yang merupakan hak semua anak bangsa, semua siswa berhak memperoleh keterampilan dan skill untuk memasuki pasar tenaga kerja, sebagai mana mereka juga berhak memasuki perguruan tinggi.14
2.2 Sumber Daya Manusia (SDM)
Sumber daya manusia yang berkualitas akan menopang kemajuan suatu negara, sehingga negara yang memiliki sumber daya yang berkualitas akan memiliki keunggulan hampir disetiap bidang termasuk ekonomi.15 Pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi modal manusia (human investmet), yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa.16 Gagasan akan sebuah reformasi pendidikan di Indonesia menjadi sangat relevan, terutama dalam konteks penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas yang harus dimulai dari perbaikan pendidikan pada semua jenjang dan jalur.17 Sumber Daya Manusia di Indonesia sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia, terutama Jepang. Jepang adalah negara yang mampu mengadopsi teknologi barat dengan cepat sehingga masyarakatnya cepat mengerti akan sebuah teknologi dan memiliki kualitas yang bagus dalam hal sumber daya alam. Berbeda dengan Indonesia yang karenanya masyarakat masih memiliki pendidikan yang rendah sehingga sumber daya negara inipun masih rendah jadi masih sulit menerapkan teknologi-teknologi yang mutakhir yang saat ini sudah mulai bermunculan.
Dalam memasuki abad ke-21 yang ditandai oleh proses globalisasi, dengan persaingan yang ketat, maka bangsa Indonesia dituntut untuk lebih menyiapkan sumber daya manusia berkualitas yang memiliki keungulan kompetitif. Semua itu bisa diperoleh melalui pendidikan yang bermutu dan berkualitas.18 Dengan demikian, pendidikan yang baik dan bermutu merupakan tanda bagi upaya memenangkan kompetisi global.19
Sumber Daya Manusia memiliki nilai strategis dalam jangka panjang, sebab ia akan memberi kontribusi amat besar tehadap kemajuan pembangunan termasuk untuk memecu pertumbuhan ekonomi suatu negara.20 Dasar pendidikan yang tingi akan melahirkan sumber daya manusia yang produktif, karena memiliki kompetisi, pengetahuan, dan keterampilan yang memadai. Indonesia memliki para pekerja yang sebagian besar dari mereka tidak memiliki kemampuan yang cukup dalam bekerja, sumber daya manusia kurang kompetitif, tidak kreatif. Maka selayaknya masyarakat haruslah sadar akan pentingnya sebuah pendididikan yang nantinya akan memasok tenaga-tenaga kerja yang terdidik, terampil berpengetahuan, dan mampu berkompetisi tinggi sehingga lebih produktif.21
Masyarakat Indonesia harus lebih diperkenalkan pada setiap jenis teknologi yang saat ini memainkan peranan sangan penting dalam dunia yang memasuki era globalisasi. Teknologi menjadi sangat penting, karena teknologi mempermudah kehidupan manusia saat ini.22 Selain perdagangan, teknologi merupakan kekutan utama yang menggerakkan teknologi global.
Seperti kita ketahui bahwa beberapa tahun yang lalu negara ini mengalami krisis moneter yang sangat membawa imbas disetiap aspek kehidupan negara ini. Menurut para ahli, krisis ekonomi yang demikian dasyat melanda Indonesia tersebut selaian disebabkan karena faktor-faktor teknis ekonomi, dikarenakan terbatasnya sumber daya manusia yang kompeten. Pendidikan memiliki makna yang positif, karena pandidikan akan akan mendorong pembangunan ekonomi suatu negara. Investasi pendidikan akan membuat suatu bangsa lebih produktif, karena dengan pengetahuan dan peningkatan keterampilan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Saat ini terjadi pergeseran paradigma dalam pembangunan, yang semula bertumpu pada kekuatan sumber daya alam (natural resource based), kemudian berubah menjadi bertumpu pada kekuatan sumber daya manusia (human resource based) atau lazim pula disebut knowledge based economy. Pergeseran paradigma ini makin menegaskan, betapa aspek sumber daya manusia bernilai sangat strategis dalam pembangunan suatu bangsa.

BAB III
KESIMPULAN
Meskipun sekarang sedang dalam situasi krisis yang mungkin berakibat pada penurunan anggaran pembangunan nasional, namun alokasi anggaran pendidikan seyogianya tak sampai berkurang. Kita menyadari bahwa pembangunan pendidikan di Indonesia jauh tertinggal di belakang dibandingkan dengan pembangunan infrastruktur. Selama tiga dasawarsa prioritas utama pembangunan nasional masih bertumpu pada pembangunan fisik, mengalahkan bidang pendidikan yang memiliki arti dan bersifat strategis serta dapat memperbaiki kehidupan negara ini. Untuk itu sudah seharusnya kita menggeser skala prioritas utama pembangunan nasional dengna menempatkan pendidikan sebagai hal yang utama.
Pendidikan tidak dapat dilihat dalam waktu yang singkat namun investasi pendidikan itu berlangsung sangat lama. Namun demikian jika kita tidak mulai membenahi pendidikan nasional sejak sekarang, maka sumber daya manusia kita akan jauh tertinggal dari negara lain dan hal tersebut sangat merugikan. Setidaknya kita menyadari sepenuhnya pendidikan merupakan agenda penting dan strategis, bukan hanya meningkatkan kualitas bangsa, melainkan juga mendorong kemajuan seluruh masyarakat. Karena itu, seluruh komponen bangsa harus mempunyai komitmen bersama untuk membangun pendidikan. Membangun pendidikan menjadi lebih penting lagi terutama dalam menyongsong milenium ketiga, yang ditandai oleh arus globalisasi yang menuntut daya saing tinggi. Karena itu, menyiapkan sumber daya menusia yang berkualitas, melalui upaya meningkatkan mutu pendidikan, merupakan suatu yang mutlak untuk membangun negara ini agar lebih memilki kompeten di dunia internasional.

DAFTAR PUSTAKA
Rosyada, Dede. 2004. Paradigma Pendidikan Demokratis : Sebuah Model Perlibatan Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pendidikan. Pranada Media. Jakarta.
Sunaryanto, Agus. Mendorong Partisipasi melalui Metode Report Card System. Lesung. edisi III No.04. November 2005.

Sumber Lain
www.Suara Pembaruan.Com.
http://www.kompas.com. Diakses 26 November 2006. Pukul 10.24 wib.

Bookmark and Share